FRANKFURT – Pada tanggal 13 April 2023, ratusan penerbangan Lufthansa dibatalkan setelah para pilot memulai aksi mogok yang menuntut kenaikan gaji dan perbaikan pensiun. Ini merupakan aksi mogok terbaru dari maskapai penerbangan Jerman yang terkenal ini dalam tahun ini.
Menurut informasi dari Lufthansa, pada hari pertama tindakan industri yang direncanakan selama dua hari ini, setengah dari seluruh penerbangan jarak jauh dan dua pertiga dari layanan penerbangan jarak pendek dibatalkan. Aksi mogok ini tidak hanya melibatkan pilot di maskapai utama Lufthansa, tetapi juga pilot di anak perusahaan CityLine dan Eurowings.
Dihubungi oleh AFP, serikat pekerja pilot, Vereinigung Cockpit, belum dapat memberikan angka pasti tentang jumlah penerbangan yang dibatalkan akibat aksi ini. Namun, jelas bahwa dampak dari mogok ini sangat signifikan bagi para penumpang yang telah merencanakan perjalanan mereka.
Pada tanggal 11 April, juru bicara Lufthansa mengutuk aksi mogok tersebut, menyebutkan bahwa tuntutan serikat pekerja untuk kenaikan gaji dan pensiun adalah “absurd dan tidak realistis”. Namun, Presiden serikat pekerja, Andreas Pinheiro, menyatakan bahwa maskapai tidak menunjukkan upaya yang nyata untuk menemukan solusi selama beberapa putaran negosiasi. “Meskipun kami secara sengaja menahan diri dari aksi mogok selama liburan Paskah, tidak ada proposal serius yang diajukan,” tambahnya.
Pada tanggal 10 April, awak kabin Lufthansa juga melakukan mogok, yang menyebabkan sekitar 90 persen penerbangan dibatalkan. Serikat pekerja awak kabin, UFO, melaporkan bahwa aksi mogok tersebut berdampak besar pada operasional penerbangan.
Aksi mogok pilot ini adalah yang kedua kalinya dalam waktu singkat, dengan aksi terakhir diadakan pada pertengahan Maret. Dengan meningkatnya ketegangan antara manajemen dan serikat pekerja, situasi ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh industri penerbangan di Eropa, terutama di tengah pemulihan pasca-pandemi yang masih berlangsung.
Tentunya, aksi mogok ini memiliki dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi perusahaan dan penumpang, tetapi juga bagi sektor pariwisata yang bergantung pada aksesibilitas penerbangan. Banyak pelancong dari Indonesia yang mungkin memiliki rencana perjalanan ke Eropa dan harus menghadapi ketidakpastian akibat pembatalan penerbangan ini.
Dengan demikian, penting bagi penumpang untuk tetap update mengenai status penerbangan mereka dan menyiapkan rencana alternatif jika diperlukan. Sementara itu, Lufthansa diharapkan dapat segera menemukan jalan keluar dari krisis ini untuk mengembalikan kepercayaan pelanggannya dan memastikan kelangsungan operasionalnya.