PARIS – Duta Besar Israel untuk Prancis, Joshua Zarka, mengungkapkan bahwa negara tersebut telah mencapai kemajuan lebih cepat dari yang diperkirakan dalam misi militernya di Iran. Pernyataan ini disampaikan pada 10 Maret 2023, ketika Zarka menegaskan tujuan operasi ini adalah untuk melemahkan otoritas Iran, sehingga dapat mengurangi serangan yang diluncurkan ke luar negeri dan memberi kesempatan bagi rakyat Iran untuk menentukan masa depan mereka sendiri.
Menurut Zarka, saat ditanya tentang durasi konflik ini, Israel memperkirakan bahwa misi ini akan berlangsung hanya beberapa minggu. “Kami masih pada jalur yang tepat untuk mencapai tujuan perang kami,” ujarnya dalam wawancara dengan BFM TV.
Tujuan Misi Militer Israel
Zarka, yang sebelumnya menjabat sebagai diplomat utama Israel untuk urusan Iran, menjelaskan bahwa tujuan operasi ini tidak hanya terbatas pada penghentian program nuklir Iran. Salah satu sasaran utama adalah melemahkan pemerintah Iran hingga rakyatnya dapat mengambil alih kendali atas nasib mereka sendiri, serta memastikan bahwa Teheran tidak lagi mampu melancarkan serangan ke wilayah negara lain.
Saat ditanya mengenai pelantikan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru, Zarka menegaskan bahwa jika Khamenei muda mengikuti posisi ayahnya, Ali Khamenei, maka ia akan masuk dalam daftar pihak yang harus dihilangkan.
Konflik dengan Hezbollah
Sementara itu, Israel juga melancarkan operasi besar-besaran terhadap kelompok Hezbollah yang didukung Iran setelah kelompok tersebut melakukan serangan ke wilayah Israel. Pemerintah Lebanon menyatakan keinginan untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Israel guna menghentikan konflik, namun Zarka berargumen bahwa Beirut tidak sedang melakukan upaya untuk melucuti senjata Hezbollah.
“Saat ini, saya belum mengetahui adanya keputusan untuk memasuki negosiasi guna mengakhiri perang ini,” ungkapnya. “Yang akan mengakhiri konflik ini adalah pelucutan senjata Hezbollah – dan itu adalah pilihan yang harus diambil oleh pemerintah Lebanon,” tambah Zarka.
Dampak bagi Indonesia
Konflik antara Israel dan Iran, serta peran Hezbollah, berpotensi memiliki dampak yang luas tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Mengingat hubungan yang kompleks antara negara-negara di kawasan, situasi ini dapat memengaruhi stabilitas regional dan hubungan diplomatik. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dan sebagai salah satu pendukung Palestina, perlu memantau perkembangan ini dengan seksama.
Kesimpulan
Dengan pernyataan terbaru dari Duta Besar Israel untuk Prancis, terlihat bahwa Israel berupaya mencapai tujuannya di Iran lebih cepat dari yang direncanakan. Melalui operasi militer ini, Israel berharap dapat melemahkan pengaruh Iran di kawasan dan memberi kesempatan bagi rakyat Iran untuk memiliki kendali lebih besar atas masa depan mereka. Namun, situasi ini tetap kompleks dan berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan, termasuk bagi Indonesia.