Walt Disney, raksasa industri hiburan, mengumumkan pemangkasan 1.000 pekerja sebagai langkah awal restrukturisasi yang dipimpin oleh CEO baru, Josh D’Amaro. Keputusan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengoptimalkan operasi perusahaan setelah lebih dari 8.000 PHK dilakukan sejak tahun 2023.
Pemangkasan ini akan terasa signifikan terutama di departemen pemasaran yang kini berada di bawah kepemimpinan Asad Ayaz, yang diangkat sebagai Chief Marketing and Brand Officer pada bulan Januari. Dalam sebuah memo kepada karyawan yang dikeluarkan pada 14 April, D’Amaro menjelaskan, “Selama beberapa bulan terakhir, kami telah mencari cara untuk menyederhanakan operasi di berbagai bagian perusahaan agar dapat memberikan kreativitas dan inovasi kelas dunia yang diharapkan oleh penggemar kami.”
Alasan Dibalik Pemangkasan Karyawan
D’Amaro menambahkan bahwa dengan cepatnya perubahan dalam industri hiburan, perusahaan perlu mengevaluasi secara terus-menerus bagaimana cara membangun tenaga kerja yang lebih gesit dan didukung teknologi untuk memenuhi kebutuhan masa depan. Akibatnya, beberapa peran di berbagai bagian perusahaan harus dihilangkan, dan pemberitahuan kepada karyawan yang terdampak telah dimulai.
Ini merupakan pemangkasan besar pertama yang dilakukan di bawah kepemimpinan D’Amaro, yang mengambil alih posisi dari Bob Iger pada bulan Maret. Meskipun demikian, angka pemangkasan ini masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan total 231.000 karyawan yang dimiliki Disney hingga akhir tahun fiskal 2025.
Dampak di Industri Hiburan
Industri film di Hollywood telah mengalami penurunan yang signifikan di berbagai studio besar dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh tantangan pemulihan industri film pasca-pandemi dan upaya perusahaan untuk mengurangi biaya guna meningkatkan profitabilitas divisi streaming mereka. Dengan pemangkasan yang dilakukan oleh Disney, ini menandakan bahwa industri hiburan global masih berjuang untuk menemukan kembali pijakan setelah masa sulit yang lalu.
Di awal bulan April, divisi film dan televisi dari Sony Group juga mengumumkan pemangkasan ratusan pekerjaan, mengindikasikan bahwa fenomena ini bukan hanya terbatas pada Disney saja, tetapi juga melanda perusahaan-perusahaan lainnya dalam industri hiburan.
Kesimpulan
Pemangkasan 1.000 pekerjaan oleh Disney menunjukkan tantangan besar yang dihadapi oleh industri hiburan saat ini. Dengan langkah-langkah yang terus diambil oleh berbagai perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi, dampak dari PHK ini tidak hanya dirasakan oleh karyawan yang terdampak tetapi juga dapat mempengaruhi pengalaman konsumen di masa mendatang. Bagi penggemar Disney, ini bisa menjadi sinyal bahwa perubahan besar sedang terjadi di balik layar, yang mungkin mempengaruhi produk dan layanan yang mereka cintai.